Pengertian Rangkaian Seri dan Paralel, Apa Perbedaannya?

Pengertian Rangkaian Seri dan Paralel

bimbeljogja.comHai para pembelajar. Listrik merupakan energi yang sanat penting untuk kehidupan manusia modern. Listrik menjadi energi yang praktis dan dapat digunakan untuk banyak hal. Bahkan di jaman sekarang, listrik sudah menjadi bahan penggerak sebuah kendaraan. Namun kita tidak akan mebahas lebih jauh soal listrik, namun kita akan belajar tentang pengertian rangkaian seri dan paralel.

Apa itu rangkaian seri dan paralel? Listrik merupakan energi yang mengalir melalui perantara, yaitu kabel, nah aliran listrik ini yang akan disusun menjadi sebuah rangkaian yang jenisnya ad dua yaitu rangkaian seri, dan rangkaian paralel. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Rangkaian Seri

Rangkaian seri merupakan rangkaian elektronik yang disusun dengan ara berurutan. Komponen di dalam rangkaian seri disususn dengan satu jalur, jadi misalnya lampu i rumah kamu menggunakan rangkaian seri maka jika ada satu lampu yang mati atau putus, maka beberapa lampu lainnya juga akan ikut putus.

rangkaian seri

Rumus rangkaian seri:

Rs =  R1 + R2 + R3 …..

Keterangan:

Rp: Hambatan Total Rangkaian Paralel (Ω atau Ohm)

R1: Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)

R2: Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)

R3: Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel merupakan rangkaian elektronik yang proses penyusunannya dilakukan secara sejajar atau bersusun. Rangkaian ini terhubung dengan cara berderet dan bercabang. Jika rumah kamu menggunakan rangkaian paralel, maka jika ada satu lampu yang putus, tidak akan mempengaruhi lampu yang lainnya.

Dalam rankaian paralel, setiap lampu yang ada dikaitan dengan satu saklar. Tujuannya adalah agar kita dapat memutus arus listrik pada tiap lampu yang dipasang. Jika aliran pralel hanya memiliki satu pemutus arus, maka seluruh lampu akan mati.

rangkaian paralel

Rumus rangkaian paralel:

Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 …..

Keterangan:

Rp: Hambatan Total Rangkaian Paralel (Ω atau Ohm)

R1: Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)

R2: Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)

R3: Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Komponen Listrik

Sebuah komponen kelistrikan terdiri dari berbagai bagian yang jika disatukan akan menjadi sebuah komponen listrik yang berfungsi dan biasa kita gunakan sehari. Beberapa komponen dalam kelistrikan yaitu:

Sumber listrik

Sumber listrik adalah sumber utama energi listrik yang akan dialirkan. Berabagai sumber listrik yang biasa digunakan adalah baterai dan aki. Jika di rumah sumber listrik kita adalah PLN yang listriknya dialirkan melalui kabel, jika kamu tahu di atas rumahmu ada satu kabel yang terhubung dengan gardu listrik di jalan, itu adalah sumber listrik bagi rumahmu.

Saklar

Saklar merupakan alat yang berfungsi untuk menyambung dan memutus aliran listrik. Jadi dengan menggunakan saklar, kita dapat menggunakan aliran listrik untuk benda-benda tertentu sesuai dengan kebutuhan kita.

Kabel (konduktor)

Kabel merupakan penghantar listrik atau bisa disebut dengan konduktor. Kabel terbuat dari tembaga yang merupakan konduktor terbaik yang dimasukan dalam selubung berbahan karet agar lebih aman bagi manusia. Logam juga bersifat konduktor yang dapat menghantarkan listrik.

Rumus Rangkaian Listrik

Setalah mengetahui pengertian rangkaian seri dan paralel, kita masuk ke rumus menghitung kelistrikan. Ada beberapa hal dalam rangkaian kelistrikan yang bisa kita hitung, yaitu arus, tegangan, dan hambatan. Berikut adalah penjelasan beserta rumusnya.

Arus (Ampere)

Arus merupakan aluran muatan listrik yang bergerak dari kutub satu ke kutub yang lain. Aliran listrik ini bergerak karena adanya media penghantar yaitu kabel. Semakin besar beda potensial listrik antara dua titik tersebut, maka semakin besar juga arus yang mengalir.

Rumus kuat arus di rangkaian seri:

l = l1 = l2 = l3 = l …

Rumus kuat arus di rangkaian paralel:

l = l1 + l2 + l3 = l …

Tegangan (Volt)

Tegangan listrik adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik satu ke tempat yang lain. Tegangan listrik merupakan beda potensial antara dua kutub penghantar yang mampu menggerakkan muatan listrik. Satuan dari tegangan listrik adalah volt (V).

Rumus tegangan rangkaian seri:

V = V1 = V2 = V3 = V4

Rumus tegangan rangkaian paralel:

V = V1 = V2 = V3 = V4

Hambatan (ohm)

Hambatan listrik merupakan besaran yang memberikan ukuran perlawanan  yang diberikan oleh alat atau bahan terhadap aliran arus listrik. Hambatan listrik ini juga disebut sebagai resistensi. Setiap bahan memiliki karakteristik hambatannya sendiri, hal ini berpengaruh pada kemampuan untuk menghantarkan arus.

Rumus hambatan rangkaian seri:

R = R1 = R2 + R3 + R4

Rumus hambatan total:

l/R + l/R1 + l/R3 + l/R4

Rumus Hukum Ohm

Hukum Ohm adalah hukum yang menyatakan besaran tegangan listrik pada sebuah penghantar berbanding lurus dengan arus listrik yang mengalir. Hukum Ohm berbunyi “Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar atau hambatan besarnya sebanding dengan beda potensial atau tegangan antara ujung-ujung penghantar tersebut”.

Hukum Ohm digunakan untuk menghitung arus, tegangan, atau hamabtan dalam suatu arus listrik. Rumus dari hukum Ohm adalah:

V = I.R

Keterangan:

V: tegangan (volt)

I: arus (ampere)

R: resistensi/hambatan (ohm)

Contoh soal:

Soal menghitung tegangan listrik:

Sebuah rangkaian listrik memiliki resistor dengan nilai hambatan sebesar 30 ohm dan dialiri arus sebesar 2 ampere. Hitunglah tegangan yang diberikan pada resistor tersebut!

Jawaban:

Dalam hal ini, kita dapat menggunakan rumus Hukum Ohm:

V=I.R

V= 2 ampere x 30 Ohm

V= 60 Volt

Jadi, tegangan yang diberikan pada resistor tersebut adalah 60 volt.

Soal menghitung arus listrik:

Sebuah lampu memiliki tegangan 120 volt dan hambatan sebesar 15 ohm. Hitunglah kuat arus yang mengalir pada lampu tersebut!

Jawaban:

Dengan menggunakan rumus Hukum Ohm:

I= V/R

I= 120 Volt : 15 ohm

I= 8 ampere

Jadi, kuat arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 8 ampere.

Soal menghitung hambatan listrik:

Dalam suatu rangkaian listrik, terdapat arus sebesar 5 ampere dan tegangan 50 volt. Tentukan nilai hambatan total dalam rangkaian tersebut!

Jawaban:

Kita dapat menggunakan rumus Hukum Ohm:

R= V/I

R= 50 volt : 5 ampere

R= 10 Ohm

Jadi, nilai hambatan total dalam rangkaian tersebut adalah 10 ohm.

Oke teman-teman, itulah pembahasan mengenai rangkaian seri dan rangkaian paralel dalam komponen listrik beserta cara menghitung satuan listrik. Ilmu ini sangat berguna dan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ilmu ini juga bisa kamu kembangkan nantinya untuk masuk jurusan kuliah teknik elektronika. Tapi hati-hati kesetrum ya. Tetap belajar dan raih impianmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Scan the code
Halo ada yang bisa dibantu?👋